Jl. KRT Kertodiningrat, Karang Tengah Lor, Margosari, Pengasih, Kulon Progo, D.I. Yogyakarta 55652
+62 878-3856-4022
pgrikulonprogo@gmail.com

Figura Vol. 21 No. 01 Edisi. Mei 2020

Figura Vol. 21 No. 01 Edisi. Mei 2020

Tentrem Lestari

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan kemampuan menulis teks biografi melalui strategi reciprocal teaching pada siswa kelas X MIPA2 SMA Negeri 1 Kalibawang, dan (2) meningkatkan kualitas proses pembelajaran menulis teks biografi melalui strategi reciprocal teaching pada siswa kelas X MIPA2 SMA Negeri 1 Kalibawang .

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan mengacu pada langkah yang dikembangkan Kemmis dan McTaggart, meliputi: (a) perencanaan, (b) tindakan,(c) observasi dan (d) refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA2 SMA Negeri 1 Kalibawang berjumlah 30 siswa. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Objek penelitian ini adalah kemampuan menulis teks biografi. Pengumpulan data menggunakan pedoman lembar penilaian, tes hasil belajar, catatan lapangan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan hasil analisis skor dilakukan secara kuantitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan ketuntasan hasil belajar menulis teks biografi dari siklus I, 63% ( 19 siswa ), pada siklus II meningkat menjadi 87% (26 siswa). Peningkatan juga terjadi pada proses pembelajaran menulis teks biografi. Hal tersebut ditunjukkan dengan meningkatnya keaktifan siswa, antusiasme, konsentrasi, dan rasa percaya diri siswa sehingga tercipta suasana belajar yang kondusif saat pembelajaran. Peningkatan kualitas proses pembelajaran juga ditandai dengan adanya pengelolaan kelas yang baik oleh guru.

Ratna Dynawati

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar siswa dan hasil belajar TIK pada materi Fungsi Menu dan Ikon pada perangkat lunak pengolah kata Microsoft Word melalui metode pembelajaran Make a Match, yang diterapkan pada siswa SMP Negeri 4 Sentolo kelas VIII semester II Tahun ajaran 2018/2019 sebagai subjek penelitian tindakan kelas. 

       Pendekatan penelitian menggunakan penelitian tindakan (Action Research) dengan desain Kemmis dan Robbin McTagart.  Penelitian dilakukan dalam 2 siklus, dimana kegiatan setiap siklusnya meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Objek penelitiannya adalah aktivitas belajar siswa, hasil belajar siswa dan metode pembelajaran Make a Match. Metode pengumpulan data menggunakan: observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif untuk mengetahui ada tidaknya aktivitas belajar siswa, instrument yang digunakan adalah pedoman pengamatan, dan analisis kuantitatif untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan hasil belajar TIK siswa kelas VIII B dalam mata pelajaran TIK sebelum dan sesudah menggunakan metode Make a Match.

         Peningkatan aktivitas belajar dapat dilihat dari skor rata-rata indikator aktivitas belajar siswa pada siklus I dan II secara berturut-turut, yaitu 72% (kategori cukup aktif); 93% (kategori sangat aktif). Aktivitas belajar yang mengalami peningkatan yang sangat signifikan, yaitu aktivitas berdiskusi dengan skor 63% pada siklus I dan 96% pada siklus II.  Peningkatan aktivitas belajar siswa diikuti dengan peningkatan hasil belajar siswa.  Hal tersebut dapat dilihat dari kondisi awal (pretes) dengan prosentase ketuntasan 33,33% meningkat menjadi 79,17% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 87,50% pada siklus II.  Berdasarkan data tersebut maka metode Make a Match perlu diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

Yulianto

ABSTRAK

SD Negeri Sembungan terletak di daerah pinggiran sungai Progo. Lingkungan sekolah merupakan sentra industri kerajinan batik. Namun kenyataan yang ada siswa  mempunyai motivasi  yang rendah terhadap batik. Untuk mengatasi permasalahan tersebut pihak sekolah bekerjasama dengan pemangku pendidikan baik itu tenaga pendidik, wali, komite sekolah, masyarakat, maupun pemerintah berupaya untuk menjadikan ekstrakurikuler batik sebagai sarana pelaksanaan Penguatan Pendidikan Karakter. Melalui kegiatan ekstrakurikuler batik siswa mampu mempunyai karakter yang baik sekaligus mempunyai keinginan yang kuat untuk melestarikan batik sebagai warisan budaya. Melalui kegatan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan terhadap kegiatan ekstrakurikuler batik mampu meningkatkan motivasi siswa dan perubahan nilai-nilai karkater pada diri siswa menjadi lebih tekun dan rajin, disiplin, serta cinta tanah air.

Siti Marwati

ABSTRAK

Abad XXI dan era revolusi industri 4.0 menekankan pada pembelajaran yang berpusat pada siswa serta menuntut pemanfaatan teknologi internet dalam sektor pendidikan. Tujuan best practice ini adalah untuk mengembangkan aspek civic knowledge siswa melalui pemanfaatan media pembelajaran PPKn berbasis weblog. Weblog hasil pengembangan dengan alamat https://sitimar.school.blog memuat informasi yang meliputi: 1) ringkasan materi pembelajaran dan artikel; 2) tautan video dari You Tube dan  video koleksi pribadi; serta 3) evaluasi pembelajaran  berbasis Computer Asissted Test (CAT). Pembelajaran dilaksanakan dengan pemanfaatan sumber belajar dalam weblog, selanjutnya siswa mengerjakan tugas baik individu maupun kelompok. Tugas kelompok diselesaikan secara berdiskusi dan dipresentasikan. Selama proses pembelajaran dilakukan pengamatan dan di akhir pembelajaran materi dilakukan penilaian. Hasil best practice menunjukkan bahwa siswa dapat mengakses pengetahuan kewarganegaraan yang bersumber dari weblog pembelajaran yang dikembangkan oleh guru, sehingga proses pembelajaran dan penilaian menjadi lebih fleksibel, karena siswa dapat belajar dengan tidak dibatasi oleh tempat dan waktu, serta skor hasil penilaian dapat diketahui oleh siswa secara langsung. Berdasarkan hasil penilaian pembelajaran berbasis CAT memberi gambaran bahwa pencapaian civic knowledge siswa jauh melampaui KKM yang ditetapkan. Selain mampu mengembangkan civic knowledge siswa, pembelajaran berbasis weblog juga mampu menumbuhkan nilai karakter antara lain religius, kejujuran, tanggung jawab, disiplin, percaya diri dan kerja sama.

Ratih Agustin

ABSTRAK

Prinsip pembelajaran seni budaya seperti tertuang dalam Silabus Mata Pelajaran SMA/SMK/MA/MAK (2016 : 1) dijabarkan bahwa pembelajaran hendaknya bersifat rekreatif, memiliki nilai kebermanfaatan, estetis dan artistik untuk membentuk pribadi yang harmonis. Sejalan dengan prinsip tersebut, pembelajaran Seni Budaya berjutuan agar siswa mampu memahami pentingnya seni budaya, mampu menampilkan sikap apresiasi, serta mampu mengasah kreativitas seni. Namun demikian ada beberapa kendala yang dihadapi dalam implementasi prinsip dan tujuan pembelajaran seni budaya di SMA Negeri 1 Kalibawang. Kendala tersebut yaitu rendahnya partisipasi dan motivasi siswa, serta terbatasnya dana dan peralatan praktek. Dalam Kurikulum SMA Negeri 1 Kalibawang tahun 2018 – 2019, dinyatakan bahwa sekolah mengembangkan Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Budaya (PBKL). Dengan pengembangan ini sekolah diharapkan mampu membekali siswa-siswinya keterampilan plus, menumbuhkan jiwa kewirausahaan sehingga siswa-siswi tersebut lebih memiliki daya saing dalam menghadapi ekonomi global. Sejalan dengan isi kurikulum tersebut sekaligus mengatasi kendala pembelajaran Seni Budaya, maka upaya yang dilakukan guru adalah dengan mengganti metode pembelajaran konvensional dengan metode teaching factory. Penggunaan metode ini cukup efektif dalam upaya meningkatkan motivasi dan partisipasi belajar siswa, dengan mengenalkan siswa pada dunia usaha juga mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa. Selain itu, karya yang terjual juga mampu menumbuhkan dan meningkatkan rasa percaya diri.

Endang Dwi Wahyuni

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana meningkatkan kemampuan berbicara dalam Bahasa Inggris dengan menggunakan media gambar. Media gambar digunakan sebagai alat pembelajaran karena efektif digunakan para peserta didik untuk membantu menemukan ide atau gagasan yang akan diucapkan. Selain itu media gambar juga mampu mengekpresikan seseorang untuk meraih suatu tujuan.

Metode penelitian ini adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas) menggunakan model yang dikembangkan oleh Kurt Lewin yang terdiri dari dua siklus,  siklus I dan siklus II sebagai treatmen atau tindakan penelitian dengan tahap sebagai berikut : (1) perencanaan (planning), (2) tindakan (acting), (3) pengamatan (observing), dan (4) refleksi (reflecting).  Tujuan menggunakan siklus tersebut untuk mengetahui kemampuan siswa dalam berbicara (speaking) dari belum bisa sampai siswa mampu dan berani melakukan speaking didepan kelas. Teknik pengumpulan data yaitu dengan cara observasi, test dan pengambilan foto atau video siswa ketika melakukan speaking didepan kelas dengan menggunakan media gambar (poster).

Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan nilai rata-rata kelas dan ketuntasan belajar pada tiap-tiap siklus. Pada siklus I, nilai rata-rata kelas adalah 80 mengalami peningkatan sebesar 13,55% dari pra siklus yaitu 66,45%. Nilai rata-rata siklus II adalah 84,45% mengalami peningkatan sebesar 4,45%. Sedangkan ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan pada setiap siklus, pra siklus sebesar 36,50% siklus I sebesar 62,5% dan siklus II sebesar 83,33%. Simpulan pembelajaran speaking dalam Bahasa Inggris menggunakan poster dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menuangkan ide dan gagasan kedalam ucapan dengan baik dan benar.

Sugiarto

ABSTRAK

Penelitian tindakan sekolah ini bertujuan untuk mendiskripsikan cara meningkatkan kemampuan guru mengimplementasikan pendekatan saintifik melalui pendampingan dalam penyusunan RPP dan pengembangan strategi pembelajaran.  Berdasarkan hasil supervise tahun 2019, diperoleh informasi bahwa kemampuan guru dalam mengimplemtasikan pendekatan sentifik dalam kategori cukup.

Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Pengkol pada tahun pelajaran 2019/2020. Tindakan yang dilakukan  yaitu dengan memberikan pendampingan berkelanjutan pada guru-guru dalam menyusun RPP dan mengembangkan strategi pembelajaran dengan  penerapan pendekatan saintifik. Pelaksanakan penelitian terdiri dari pra siklus dan dua siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.

  Penelitian dilakukan dsalam dua siklus, dan telah berhasil dengan indikator keberhasilan lebih 80%. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan kemampuan guru dalam mengimplementasikan pembelajaran dengan pendekatan saintifik  dari 71 % pada seklus I menjadi 90 % pada siklus II. Kemampuan tersebut meliputi aspek penyusunan RPP dan pengembangan stategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Tanggapan guru dalam pendampingan meningkat dari 81 % menjadi 82 setuju dan dari 10 % menjadi 18 %  sangat setuju.

Supradana

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan,  untuk meningkatkan keterampilan menulis teks biografi siswa kelas VIII  SMPN 1 Galur, Kulon Progo. Metode yang digunakan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah model Project Based Learning. Subjek penelitian adalah kelas VIII C yang berjumlah 26 siswa. Pelaksanaan penelitian ini terbagi dalam dua siklus, setiap siklus dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi berupa tugas siswa dan foto selama pembelajaran berlangsung. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif. Kriteria keberhasilan produk dalam penelitian ini dapat dilihat dari adanya perubahan nilai yang lebih baik di setiap siklusnya. Keberhasilan penelitian ini dilihat dari dua kriteria,yakni keberhasilan proses dan produk. 

Hasil penelitian yang diperoleh yaitu penggunaan model pembelajaran project based learning mampu meningkatakan hasil keterampilan menulis teks biografi. Peningkatannya sebesar 5,88 dari kondisi awal atau siklus 1 sebesar 83,15 menjadi 89,03 dalam siklus II dari setiap aspek menulis yang ada..