Jl. KRT Kertodiningrat, Karang Tengah Lor, Margosari, Pengasih, Kulon Progo, D.I. Yogyakarta 55652
+62 878-3856-4022
pgrikulonprogo@gmail.com

Figura Vol. 22 No. 02 Edisi. Oktober 2020

Figura Vol. 22 No. 02 Edisi. Oktober 2020

Arif Kurniawan

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Ebadu Learning sebagai LMS (Learning Management System) yang dimiliki SMA Negeri 2 Banguntapan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar sosiologi peserta didik di kelas XI IPS 3 selama pandemi Covid-19.

 

Untuk mencapai tujuan tersebut, maka digunakan penelitian tindakan kelas. Data penelitian berfokus pada aktivitas belajar sosiologi secara daring, yang dianalisis melalui 7 indikator ketercapaian, sedangkan hasil belajar sosiologi diperoleh dari tes hasil belajar sosiologi.

Data empirik menunjukkan bahwa aktivitas bertanya melalui e-badu learning

memiliki prosentase ketercapaian paling rendah diantara 6 indikator lainnya, yaitu

38,89%. Sedangkan aktivitas membaca materi dan mengerjakan tes tepat waktu memiliki prosentase yang sama tingginya, yaitu 97,22%. Sementara itu, ketuntasan hasil belajar klasikal mengalami peningkatan sebesar 16,67% dari siklus 1 ke siklus 2. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa e-badu learning dapat membantu guru meningkatkan aktivitas dan hasil belajar sosiologi selama pandemi Covid-19.

Aryati

ABSTRAK

 Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam  menerapkan model pembelajaran inquiry. Penerapan model pembelajaran  inquiry, dilakukan dengan memberikan orientasi pembelajaran untuk  merangsang dan membatu peserta didik dalam merumuskan masalah, membuat hipotesa, mengumpulkan data, menguji hipotesa, serta merumuskan kesimpulan.

      Penerapan supervisi klinis merupakan tindak lanjut hasil supervise sebelumnya untuk membatu guru sesuai dengan kebutuhannya. Kebutuhan yang diinginkan guru yaitu untuk meningkatkan ketrampilan dalam menerapankan pembelajaran inquiry. Jenis penelitian tindakan sekolah ini meggunakan pendekatan spiral yang dilaksanakan 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan  data  menggunakan instrumen dan lembar obsevasi. Analisis data berupa kualitatif dan kuantitatif. Tingkat keberhasilan apabila guru mendapatkan nilai keterampilan dalam menyusun RPP dan pelaksanaan pembelajaran kategori baik dengan nilai rata-rata 80.

      Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata menyusun RPP model  inquiry, pada awal nilai rata-rata 75,3 (cukup), siklus I sebesar 75,5 (cukup), dan siklus II sebesar 85 (baik) meningkat sebesar 9,7. Sedangkan penerapkan model inquiry, pada awal nilai rata-rata 76,3(cukup), siklus I sebesar 72 (cukup), dan siklus  II sebesar 83 (baik) meningkat sebesar 6,7. Simpulan penelitian adalah supervisi klinis dapat meningkatkan keterampilan guru dalam  pembelajaran inquiry. Selain itu, penerapan supervisi klinis dapat membuat suasana menyenangkan dan memotivasi guru untuk  meningkatkan keterampilan dalam pembelajaran.

Bernadeta Hesti

ABSTRAK

 Penelitian ini memiliki tujuan untuk menjelaskan peningkatan aktivitas belajar siswa dan hasil belajar IPA pada materi Pencemaran Lingkungan melalui pendekatan pembelajaran keterampilan proses. Subyek penelitian adalah siswa SMP Negeri 3 Sentolo kelas VII semester genap tahun ajaran 2019/2020.

Pendekatan penelitian menggunakan penelitian tindakan (actioan research) dengan desain Kemmis dan Robbin McTagart.  Penelitian dilakukan dalam 3 siklus, dimana kegiatan setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi. Obyek penelitian adalah aktivitas belajar siswa, hasil belajar siswa dan pendekatan pembelajaran keterampilan proses. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Data dianalisa dengan menggunakan teknik analisis kualitatif untuk mengetahui ada tidaknya keaktivan belajar siswa, instrument yang digunakan adalah pedoman pengamatan, dan analisis kuantitatif untuk mengetahui ada tdaknya peningkatan hasil belajar IPA sebelum dan sesudah menggunakan pendekatan keterampilan proses.

Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan baik untuk aktivitas maupun hasil belajar IPA. Peningkatan nilai rata-rata aktivitas belajar dari siklus I sebesar 72,6% kategori cukup aktif menjadi 96,4% di siklus III dengan kategori sangat aktif. Peningkatan aktivitas belajar ini diikuti oleh peningkatan hasil belajar siswa yang diperoleh pada tiap-tiap siklus. Rata-rata hasil belajar di siklus I sebesar 70,34 dan 79,69 di siklus II dan 83,13 pada siklus III. Berdasarkan data tersebut maka pendekatan pembelajaran keterampilan proses bisa diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

Endah Triningsih

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara meningkatkan keaktifan belajar dan minat baca siswa pada materi Sebaran Flora dan Fauna melalui penerapan model pembelajaran problem based learning di kelas XI MIA SMA Negeri 1 Samigaluh.

Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan angket. Indikator keberhasilan pada penelitian ini adalah tercapainya rata-rata keaktifan belajar dan minat baca siswa sebesar 75%. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I rata-rata keaktifan belajar siswa sebesar 52,48% sedangkan minat baca sebesar 63,24%. Pada siklus II rata-rata kekatifan belajar siswa sebesar 74,02% dan minat baca 77,13%, sedangkan pada siklus III diperoleh rata-rata keaktifan belajar siswa 83,14% dan minat baca sebesar 79,41%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan kekatifan belajar dan minat baca pada materi sebaran flora dan fauna di kelas XI MIA SMA N 1 Samigaluh.

Supriyadi

ABSTRAK

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS melalui metode Problem Based Learning (PBL) berbantuan lembar kerja siswa yang terstuktur pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sanden.

Penelitian tindakan ini dilaksanakan dalam siklus-siklus, dan masing-masing siklus terdiri atas empat tahap kegiatan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sanden Bantul pada tahun pelajaran 2018/2019 semester genap. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII D berjumlah 28 peserta didik. Indikator keberhasilan jika skor aktivitas siswa lebih dari atau sama dengan 80% dan hasil belajar lebih atau sama dengan 70 (KKM).

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas siswa yang segnifikan. Pada siklus I rata-rata skor aktivitas siswa 50 dengan predikat kurang, dan pada siklus II meningkat menjadi 80 dengan predikat sangat baik. Hasil belajar juga mengalami peningkatan, hal ini ditunjukkan nilai rata-rata tes kondisi awal 65,89, meningkat menjadi 68,93 pada siklus I.  dan meningkat menjadi 72,14 pada siklus II. Peningkatan juga tampak pada ketercapaian ketuntasan belajar klasikal/kelas dari 16 siswa tuntas belajar atau 57% pada kondisi awal, meningkat menjadi 19 siswa atau 68% pada siklus I dan meningkat 25 siswa atau 89% pada siklus II.

Mujiyanti

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan penguasaan konsep berita oleh peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Jigsaw.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIIIA SMP Negeri 1 Samigaluh  semester gasal tahun pelajaran 2018/2019 yang terdiri atas 24 peserta didik. Penelitian berfokus pada proses pembelajaran untuk meningkatkan penguasaan konsep berita oleh siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Jigsaw.  Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan September tahun 2018 selama tiga siklus. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar pada materi teks berita. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan instrumen tes. Penganalisisan data dilakukan secara deskriptif kuantitatif.

Hasil penelitian berupa peningkatan penguasaan konsep berita dinyatakan dalam bentuk persentase. Pencapaian penguasaan konsep berita pada siklus I sebesar 75.83 dengan persentase ketuntasan 58.33%. Pencapaian pada siklus II sebesar 80.42 dengan persentase ketuntasan 79.17%. Pencapaian pada siklus III sebesar 95.83 dengan persentase ketuntasan 86.67%. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan penguasaan konsep berita peserta didik kelas VIIIA SMP Negeri 1 Samigaluh.

Nusroh Latifah

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks information report  peserta didik kelas IXE  SMP Negeri 1 Galur, Kulon Progo melalui model projectbased learning dengan clustering technique .

Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan dengan mengadopsi model penelitian tindakan kelas yang dikembangkan Kemmis and Taggart. Model PTK ini memiliki alur yang merupakan suatu siklus spiral dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus bertempat di SMP Negeri 1 Galur dengan subyek penelitian 28 peserta didik kelas IXE. Analisis data penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan instrumen wawancara, angket, catatan lapangan, dan tes dalam pengambilan datanya.  Kriteria keberhasilan dari penelitian ini adalah tercapainya minimal 80% peserta didik tuntas pada penilaian akhir.  

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan keterampilan menulis teks information report melalui model problem-based learning dengan clustering technique. Hal ini ditunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai test dari 68,10 pada kondisi awal, 77,14 pada akhir siklus pertama, dan 81,23 pada akhir siklus kedua. Peningkatan ketuntasan peserta didik dari 21,43% pada pratindakan, 67,86% pada akhir siklus pertama dan 89,29% pada akhir siklus II.

Samiati

ABSTRAK

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS melalui metode Problem Based Learning (PBL) berbantuan lembar kerja siswa yang terstuktur pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sanden.

Penelitian tindakan ini dilaksanakan dalam siklus-siklus, dan masing-masing siklus terdiri atas empat tahap kegiatan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sanden Bantul pada tahun pelajaran 2018/2019 semester genap. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII D berjumlah 28 peserta didik. Indikator keberhasilan jika skor aktivitas siswa lebih dari atau sama dengan 80% dan hasil belajar lebih atau sama dengan 70 (KKM).

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas siswa yang segnifikan. Pada siklus I rata-rata skor aktivitas siswa 50 dengan predikat kurang, dan pada siklus II meningkat menjadi 80 dengan predikat sangat baik. Hasil belajar juga mengalami peningkatan, hal ini ditunjukkan nilai rata-rata tes kondisi awal 65,89, meningkat menjadi 68,93 pada siklus I.  dan meningkat menjadi 72,14 pada siklus II. Peningkatan juga tampak pada ketercapaian ketuntasan belajar klasikal/kelas dari 16 siswa tuntas belajar atau 57% pada kondisi awal, meningkat menjadi 19 siswa atau 68% pada siklus I dan meningkat 25 siswa atau 89% pada siklus II.

Sarjiya

ABSTRAK

Best Practice ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktek terbaik dari pelaksanaan Water Philoshopy Management oleh kepala sekolah dalam rangka meningkatkan kinerja guru di SMP Negeri 2 Temon. Filosofi air yang kemudian disebut Water Philoshopy diimplementasikan oleh kepala sekolah dalam memanage sekolah karena efektif membantu guru meningkatkan kinerjanya. Selain itu Water Philoshopy Management juga dapat meningkatkan kondisi 8 standar (SKL, isi, proses, penilaian, pengelolaan, sarpras, tendik, dan pembiayaan).    

Pelaksanaan kegiatan best practice di SMP Negeri 2 Temon dengan sasaran seluruh warga sekolah, terdiri dari 386 peserta didik, 4 Staf TU, 4 PTT dan sasaran utamanya adalah 24 pendidik (guru). Pengumpulan data melalui studi dokumen, wawancara dan diskusi langsung dengan berbagai nara sumber. Hasilnya kemudian dianalisis menggunakan analisis diskriptif komparatif dengan membandingkan antara data sebelum kegiatan dengan data setelah pelaksanaan kegiatan, kemudian dijelaskan secara deskriptif naratif.

Hasil penerapan Water Philoshopy Management menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kualitas proses pembelajaran melalui inovasi dan pemanfaatan TIK dari 37,5% menjadi 87,5%, peningkatan prestasi siswa maupun sekolah dari 3 menjadi 5, makin lengkapnya sarana pendukung dari 50% menjadi 100%, terjalinnya kemitraan dengan lembaga lain, peningkatan hasil rata-rata supervisi terpadu dari 92 menjadi 94 yang kesemuanya itu menunjukkan bahwa kinerja guru SMPN 2 Temon meningkat.

Sarmini

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan upaya meningkatkan kemampuan kognitif dalam membilang dengan metode pemberian tugas melalui kegiatan berhitung benda kongkrit pada anak.

          Penelitian dilakukan di TK ABA Sumurmuling Gulurejo, Lendah, Kulon Progo yang berjumlah 18 anak. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data dengan cara dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik ini dilaksanakan dengan proses reduksi data yang pada akhirnya mengarah pada suatu hasil kesimpulan yang merupakan hasil penelitian.

          Hasil dari penerapan metode pemberian tugas adalah bahwa terjadi peningkatan kemampuan kognitif anak yaitu pada kondisi awal kategori berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat baik ada 6 anak (33,33 %) dan pada siklus I meningkat menjadi 10 anak (55,55 %) dan pada siklus II meningkat menjadi 15 anak (83,33%), sehingga kemampuan kognitf anak didik dengan metode Pemberian tugas dengan kegiatan berhitung benda kongkrit meningkat menjadi 83,33%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode pemberian tugas dengan kegiatan berhitung benda kongkrit dapat meningkatkan kemampuan kognitif dalam membilang pada anak Kelompok B di TK ABA Sumurmuling, Gulurejo Lendah, Kulon Progo Semester I Tahun Ajaran 2019/2020. Peningkatan indikator kemampuan membilang tersebut disebabkan dipergunakannya metode pemberian tugas dengan kegiatan berhitung benda kongkrit dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak dalam membilang sehingga dapat digunakan sebagai media dan metode pembelajaran di TK.

Septy Andari Putri

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan siswa dalam menyunting wacana bahasa Indonesia melalui penerapan kuis bintang-bintang.

Subjek penelitian siswa kelas IXA MTs Negeri 1 Kulon Progo semester gasal tahun pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 29 siswa, terdiri dari 14 siswa perempuan dan 15 siswa laki-laki. Penelitian ini memfokuskan pada proses pembelajaran untuk mengetahui kompetensi siswa dalam menyunting wacana dengan metode kuis bintang-bintang. Penelitian dimulai dari bulan Agustus dan September 2019. Penelitian dilakukan selama dua siklus. Setiap siklus dilaksanakan dengan langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan adalah hasil menyunting wacana. Data hasil menyunting wacana dikumpulkan dengan menggunakan instrumen tes.

Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa penerapan metode kuis bintang-bintang dapat meningkatkan hasil menyunting wacana. Pada siklus I nilai rata-rata menyunting wacana sebesar 70,00 dengan 69% siswa mencapai ketuntasan. Pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh 86,55 dengan 97% siswa mencapai ketuntasan. Hal ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode pembelajaran kuis bintang-bintang, kemampuan menyunting wacana bahasa Indonesia siswa dapat ditingkatkan.

Umi Hidayati

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan dan hasil belajar peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran dengan menerapkan model kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) dengan media permainan ular tangga. Penelitian dilakukan di kelas Keterampilan X IPS 4 MAN 2 Kulon Progo pada semester genap tahun pelajaran 2019/2020 materi Keamanan Pangan.

Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan tes. Observasi dibantu oleh 2 orang observer. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus, masing-masing siklus 2 kali pertemuan. Setelah selesai siklus 1 dilakukan refleksi bersama observer untuk perencanaan siklus 2. Analisis data menggunakan analisis kualitatif deskriptif persentase.

Data hasil pengamatan menunjukkan bahwa keaktifan peserta didik kategori rendah menurun yakni 18,5% menjadi 0%, kategori tinggi naik dari 62,5% (siklus 1) menjadi 92% (siklus 2). Hasil belajar peserta didik juga mengalami peningkatan setelah dilakukan tindakan. Persentase peserta didik yang belum tuntas mengalami penurunan dari kondisi awal, siklus 1 ke siklus 2 ( 55%, 12,5%, 0%). Persentase peserta didik yang

tuntas meningkat dari kondisi awal, siklus 1, siklus 2 (45%, 87,5%,100%). Dengan demikian hipotesis penelitian ini terbukti, bahwa tindakan dikatakan berhasil bila peserta didik yang aktif lebih dari 80%, dan nilai ketuntasan klasikal sekurang-kurangnya 75 %. PTK ini dinyatakan telah berhasil meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik.